new 11.6
Rangkaian complete four-bit DAC including a precision reference supply merupakan sistem konverter digital ke analog terintegrasi yang mampu mengubah data input biner 4-bit menjadi sinyal kontinu. Rangkaian ini tersusun atas jaringan resistor pembobot seperti R-2R ladder, sebuah operational amplifier (op-amp) untuk penyangga output, serta sumber tegangan referensi presisi yang stabil. Keberadaan tegangan referensi ini sangat vital karena menjadi tolok ukur dalam menentukan rentang nilai serta akurasi dari tegangan keluaran, di mana input biner yang masuk akan dikonversi menjadi 16 tingkatan level tegangan linier yang presisi. Berkat kemampuannya dalam menghasilkan keluaran analog yang akurat dari data digital, sistem ini sering diimplementasikan dalam berbagai aplikasi elektronik modern, termasuk sistem kendali motor, pemrosesan audio, dan pemantauan sinyal.
1. Menerangkan prinsip kerja pengubahan sinyal digital menjadi sinyal analog menggunakan perangkat DAC.
2. Menguji peran dan variasi nilai resistor (seperti pada jaringan pembobot) dalam menentukan level tegangan output DAC.
3. Mengetahui kegunaan serta batasan operasional dari rancangan rangkaian DAC sederhana.
- DC Voltmeter
DC Voltmeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besar tengangan pada suatu komponen. Cara pemakaiannya adalah dengan memparalelkan kaki2 Voltmeter dengan komponen yang akan diuji tegangannya.
Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak = Toleransi 10%
Maka nilai resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.
- Operasional Amplifier (Op-Amp) LM741
Operasional amplifier (Op-Amp) adalah suatu penguat berpenguatan tinggi yang terintegrasi dalam sebuah chip IC yang memiliki dua input inverting dan non-inverting dengan sebuah terminal output, dimana rangkaian umpan balik dapat ditambahkan untuk mengendalikan karakteristik tanggapan keseluruhan pada operasional amplifier (Op-Amp). Pada dasarnya operasional amplifier (Op-Amp) merupakan suatu penguat diferensial yang memiliki 2 input dan 1 output. Op-amp ini digunakan untuk membentuk fungsi-fungsi linier yang bermacam-mcam atau dapat juga digunakan untuk operasi-operasi tak linier, dan seringkali disebut sebagai rangkaian terpadu linier dasar. Penguat operasional (Op-Amp) merupakan komponen elektronika analog yang berfungsi sebagai amplifier multiguna dalam bentuk IC dan memiliki simbol sebagai berikut :
Digital to Analog Converter (DAC) adalah suatu rangkaian elektronika yang berfungsi mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog. Pada sistem digital, data direpresentasikan dalam bentuk biner (bit), sedangkan pada sistem analog, data direpresentasikan dalam bentuk sinyal kontinyu. DAC memungkinkan perangkat digital seperti mikrokontroler atau komputer untuk mengendalikan perangkat analog seperti aktuator, speaker, atau perangkat pengukuran.
DAC 4-bit adalah tipe DAC yang menerima input digital sebanyak 4 bit, sehingga dapat merepresentasikan 2⁴ = 16 level tegangan analog yang berbeda. Salah satu metode umum dalam implementasi DAC adalah menggunakan jaringan resistor R-2R yang berfungsi membagi tegangan referensi berdasarkan bobot dari setiap bit input. Bit dengan bobot tertinggi (MSB) akan memberikan kontribusi terbesar terhadap output analog, sedangkan bit dengan bobot terendah (LSB) memberikan kontribusi terkecil.
Agar DAC menghasilkan output yang akurat dan stabil, diperlukan tegangan referensi presisi (precision reference supply). Tegangan ini digunakan sebagai acuan utama dalam pembangkitan sinyal analog. Jika tegangan referensi tidak stabil, maka output DAC juga akan bervariasi dan menyebabkan kesalahan pada sistem yang dikendalikan. Precision reference biasanya berupa sumber tegangan tetap seperti IC referensi tegangan 5V atau 2.5V dengan toleransi sangat kecil.
Output DAC biasanya diperkuat dengan op-amp buffer agar mampu menggerakkan beban tanpa mempengaruhi akurasi pembacaan dari jaringan resistor. Kombinasi dari masukan digital, jaringan R-2R, op-amp, dan tegangan referensi inilah yang membentuk complete DAC system.
EXAMPLE 1
Soal
Sebuah DAC 4-bit memiliki tegangan referensi (Vref) sebesar 5 V. Masukan digital adalah 1010 (D = 1, C = 0, B = 1, A = 0). Tentukan nilai keluaran analog (Vout).
Penyelesaian
Nilai desimal dari masukan:
1010₂ = 10₁₀
Resolusi DAC 4-bit:
2⁴ = 16 tingkat
Tegangan keluaran dihitung dengan persamaan:
Vout = (Nilai Digital / (2⁴ − 1)) × Vref
Vout = (10 / 15) × 5
Vout = 3,33 V
Jawaban
Tegangan keluaran analog adalah 3,33 V.
EXAMPLE 2
Soal
Sebuah DAC 4-bit memiliki tegangan referensi sebesar 5 V. Masukan digital adalah 1111. Tentukan tegangan keluarannya.
Penyelesaian
Nilai digital:
1111₂ = 15₁₀
Menggunakan persamaan:
Vout = (15 / 15) × 5
Vout = 5 V
Jawaban
Tegangan keluaran analog adalah 5 V.
PROBLEM 1
Soal
Pada DAC 4-bit dengan tegangan referensi 5 V, masukan digital yang diberikan adalah 0110. Tentukan tegangan keluarannya.
Penyelesaian
Nilai digital:
0110₂ = 6₁₀
Vout = (6 / 15) × 5
Vout = 2 V
Jawaban
Tegangan keluaran analog adalah 2 V.
PROBLEM 2
Soal
Sebuah DAC 4-bit menerima masukan digital 0011 dengan tegangan referensi 5 V. Tentukan nilai tegangan analog yang dihasilkan.
Penyelesaian
Nilai digital:
0011₂ = 3₁₀
Vout = (3 / 15) × 5
Vout = 1 V
Jawaban
Tegangan keluaran analog adalah 1 V.
a. Prosedur
- Buka aplikasi Proteus
- Cari dan siapkan komponen yang dibutuhkan
- Rangkailah komponen menjadi rangkaian yang diinginkan
- Jika sudah, simulasikan rangkaian.
- Amati rangkaian yang telah dibuat
- Jika terjadi error, ganti komponen yang salah atau nilai komponen yang salah tersebut.
b. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja
Rangkaian [Klik]
Video Simulasi [Klik]
datasheet resistor [Klik]
datasheet op amp [Klik]
datasheet switch [Klik]

















Komentar
Posting Komentar