[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA]


MODUL 2

OSCILLOSCOPE DAN PENGUKURAN DAYA


1. Pendahuluan[Kembali]

Perkembangan teknologi elektronika, khususnya dalam bidang mikrokontroler sangatlah pesat dengan dibuatnya satu modul elektonik yang dinamakan dengan Arduino. Di dalam Arduino terdapat berbagai fungsi, misalnya sebagai penerima sensor suhu, cahaya, suara, dan lain sebagainya, juga sebagai ADC (Analog to Digital Converter), dan sebagai pembangkit sinyal digital. Dengan kemampuan Arduino yang dapat menerima tegangan analog, kemungkinan besar Arduino dapat digunakan sebagai osiloskop, dengan komputer (laptop) sebagai penampil sinyalnya. Pemanfaatan Arduino sebagai osiloskop telah dilakukan oleh beberapa orang, salah satunya adalah yang dibuat oleh Rogerio Bego, menggunakan pemrograman Processing. Dalam penelitian ini, dilakukan modifikasi pada program osiloskop itu, dan dilakukan serangkaian pengujian untuk menguji apakah osiloskop-arduino dapat digunakan dalam Eksperimen Fisika Dasar. Pengujian yang dilakukan adalah dalam mengukur frekuensi dan tegangan analog dari generator sinyal frekuensi menggunakan osiloskop-arduino. Dari pengujian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa osiloskop-arduino mampu menampilkan sinyal analog dengan cukup baik dan responsif, namun masih belum akurat jika digunakan sebagai alat ukur sebagaimana osiloskop analog. Oleh karena itu masih memerlukan program pengembangan untuk dapat digunakan sebagai alat bantu Eksperimen Fisika Dasar.

2. Tujuan[Kembali]

A. Dapat menggunakan dan mengetahui kegunaan dari oscilloscope
B. Dapat mengetahui bentuk gelombang Lissajous
C. Dapat mengukur daya pada rangkaian beban daya lampu seri
D.  Dapat mengukur daya pada rangkaian beban daya lampu paralel

                                                     

3. Alat dan Bahan[Kembali]

A. Alat

  1. Generators

  2. Oscilloscope

  3. Multimeter

  4. Module
    Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

    Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel

  5. Base Station


  6. Jumper


B. BAHAN
  1. Bohlam
  2. Resistor



4. Dasar Teori[Kembali]

I. OSCILLOSCOPE 
 Osiloskop digunakan untuk mengamati bentuk gelombang dari sinyal listrik. Selain dapat menunjukkan amplitudo sinyal, osiloskop dapat juga menunjukkan distorsi dan waktu antara dua peristiwa (seperti lebar pulsa, periode, atau waktu naik). Prinsip pengukuran frekuensi dengan metode Lissajous yaitu jika tegangan sinus diberikan pada input X dan sinyal dengan gelombang sinus yang lain dimasukan pada input Y, maka pada layar akan terbentuk seperti pada gambar 2.1. Pada kedua kanal dapat diberikan sinyal tegangan yang bukan berupa sinus. Gambar yang ditampilkan pada layar, tergantung pada bentuk sinyal yang diberikan.



Gambar 2.1. Metoda Lissajous

Pengukuran Frekuensi 

Sinyal yang akan diukur dihubungkan pada input Y, sedangkanfunction generator dengan frekuensi yang diketahui dihubungkanpadainput X.


Frekuensi generator kemudian diubah, sehingga pada layar ditampilkan lintasan tertutup yang jelas, frekuensi sinyal dapat ditentukandari bentuk lintasan ini:

Cara ini hanya mudah dilakukan untuk perbandingan frekuensi yangmudah dan bulat (1:2, 1:3, 3:4 dst).

II. PENGUKURAN DAYA SERI DAN PARALLEL

 Wattmeter mempunyai satu terminal tegangan dan satu terminal arus yang ditandai dengan simbol ±. Saat terminal arus dan terminal tegangan dihubungkan ke tegangan jala-jala, maka alat ukur akanmembaca daya yang dihubungkan ke beban




[KEMBALI KE ATAS]


Komentar