Aplikasi Rangkaian Aritmetik dan atau Memori


1. Pendahuluan [Kembali]

Perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak sering kali menimbulkan ketidaknyamanan dalam mobilitas harian. Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, konsep payung otomatis hadir sebagai salah satu inovasi fungsional yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar. Rangkaian sistem ini memanfaatkan kombinasi antara IC aritmetik dengan beberapa sensor lingkungan, seperti sensor hujan, LDR untuk mendeteksi cahaya, serta sensor suhu. Input analog dari rangkaian sensor tersebut akan diolah oleh IC aritmetik untuk menghasilkan keputusan logis yang presisi, seperti mengaktifkan motor penggerak untuk membuka atau menutup payung secara otomatis. Dengan pemrosesan data yang terstruktur, sistem kontrol berbasis digital ini sukses meningkatkan efisiensi penggunaan payung sekaligus mendemonstrasikan bagaimana teknologi otomasi sederhana dapat diaplikasikan secara efektif dalam kehidupan masyarakat.

2. Tujuan [Kembali]

1. Menerangkan prinsip kerja dan operasi matematis yang dilakukan oleh IC aritmetik berbasis pulsa digital.

2. Merancang dan menguji sebuah prototipe rangkaian aplikatif sederhana yang memanfaatkan fungsi dari IC aritmetik.

3. Mempelajari prosedur pengoperasian, fungsi pin kontrol, serta batasan kerja dari IC aritmetik dalam rangkaian digital.

3. Alat dan Bahan [Kembali]

- Resistor

    Resistor merupakan komponen elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik. 



Cara menghitung nilai resistor:
Tabel warna



Contoh :

Gelang ke 1 : Coklat = 1

Gelang ke 2 : Hitam = 0

Gelang ke 3 : Hijau   = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105

Gelang ke 4 : Perak  = Toleransi 10%

Maka nilai resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.

 



    - Op Amp

    Operasional amplifier (Op-Amp) adalah suatu penguat berpenguatan tinggi yang terintegrasi  dalam sebuah chip IC yang memiliki dua input inverting dan non-inverting dengan sebuah terminal output, dimana rangkaian umpan balik dapat ditambahkan untuk mengendalikan karakteristik tanggapan keseluruhan pada operasional amplifier (Op-Amp). Pada dasarnya operasional amplifier (Op-Amp) merupakan suatu penguat diferensial yang memiliki 2 input dan 1 output. Op-amp ini digunakan untuk membentuk fungsi-fungsi linier yang bermacam-mcam atau dapat juga digunakan untuk operasi-operasi tak linier, dan seringkali disebut sebagai rangkaian terpadu linier dasar. Penguat operasional (Op-Amp) merupakan komponen elektronika analog yang berfungsi sebagai amplifier multiguna dalam bentuk IC dan memiliki simbol sebagai berikut :



Pinout:
Keterangan:



    - Ground


    Sistem ground yang merupakan sebuah titik referensi tegangan yang memiliki nilai “nol”. Titik “nol” pada listrik AC & DC Untuk rangkaian DC, ground merupakan jalur kabel listrik yang berhubungan dengan kutub negatif (-) dari baterai/accu. Atau dengan kata lain ground ini digunakan untuk meniadakan beda potensial dengan mengalirkan arus sisa dari kebocoran tegangan atau arus pada rangkaian.

    - Dioda

    Dioda merupakan salah satu bahan semikonduktor yang memiliki fungsi untuk mengalirkan arus dalam satu arah. Maksud dari pemberian arus satu arah adalah apabila diberi bias yang tepat, maka dioda akan berfungsi sebagai pengalir arus terhadap arah yang telah ditentukan. Namun, apabila pemberian bias tidak sesuari dengan karakteristik dioda, maka dioda tidak dapat menghantarkan arus listrik.



    Untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Oleh karena itu, Dioda sering dipergunakan sebagai penyearah dalam Rangkaian Elektronika. Dioda pada umumnya mempunyai 2 Elektroda (terminal) yaitu Anoda (+) dan Katoda (-) dan memiliki prinsip kerja yang berdasarkan teknologi pertemuan p-n semikonduktor yaitu dapat mengalirkan arus dari sisi tipe-p (Anoda) menuju ke sisi tipe-n (Katoda) tetapi tidak dapat mengalirkan arus ke arah sebaliknya.

    - Transistor

Merupakan transistor tipe NPN yang digunakan untuk switching agar mengaktifkan kontak relay dan relay tersebut akan memberikan kontak pada motor DC dan output lainnya.

Spesifikasi :
  • Bi-Polar Transistor
  • DC Current Gain (hFE) is 800 maximum
  • Continuous Collector current (IC) is 100mA
  • Emitter Base Voltage (VBE) is > 0.7 V
  • Base Current(IB) is 5mA maximum

    - Potensiometer

Potensiometer adalah sebuah alat elektronik yang digunakan untuk mengukur dan mengontrol tegangan listrik dalam suatu rangkaian. Potensiometer sering digunakan sebagai pengatur volume pada perangkat audio, pengatur kecerahan lampu, dan dalam berbagai aplikasi lain yang memerlukan kontrol variabel terhadap tegangan atau arus listrik.

Spesifikasi :




    - IC 74LS83


        IC 74LS83 adalah IC adder 4-bit yang digunakan untuk melakukan penjumlahan biner antara dua bilangan 4-bit. IC ini termasuk dalam keluarga TTL (Transistor-Transistor Logic) dan memiliki nama lengkap 74LS83 4-bit Binary Full Adder with Fast Carry.

        Spesifikasi: 



    - Baterai



    Spesifikasi
  • Input voltage: ac 100~240v / dc 10~30v
  • Output voltage: dc 1~35v
  • Max. Input current: dc 14a
  • Charging current: 0.1~10a
  • Discharging current: 0.1~1.0a
  • Balance current: 1.5a/cell max
  • Max. Discharging power: 15w
  • Max. Charging power: ac 100w / dc 250w
  • Jenis batre yg didukung: life, lilon, lipo 1~6s, lihv 1-6s, pb 1-12s, nimh, cd 1-16s
  • Ukuran: 126x115x49mm
  • Berat: 460gr
    - Power


  •     Berfungsi untuk memberikan tegangan sumber pada rangkaian
  •     Input voltage: 5V-12V
  •     Output voltage: 5V
  •     Output Current: MAX 3A
  •     Output power:15W
  •     conversion efficiency: 96%

    - NOT Gate

    NOT gate, atau disebut juga inverter, adalah gerbang logika yang hanya memiliki satu input dan satu output, dan berfungsi untuk membalikkan logika input-nya.
    - Motor

    Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut generator atau dinamo.

Spesifikasi : 
  • Daya: 2.2KW/3HP/3PK
  • Voltage : 220/380V/3phase
  • Speed : 1435RPM/4Poles 50Hz
  • Frame Size : 100L
  • As/Shaft : 28mm
  • Mounted : B5 (Flange Mounted)

Pin Out:


    - Relay

Relay adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi untuk menyambung dan memutuskan arus listrik dalam sebuah rangkaian. Karena fungsi relay tersebut, itulah mengapa komponen yang satu ini juga disebut sebagai saklar. Spesifikasi Relay umumnya adalah tegangan input 5 VDC, 12 VDC atau 48 VDC. Untuk common dan NO NC umumnya 220 vac dengan arus kerja 10 A. Jika spesifikasi relay sudah didapat kita bisa menggunakan contoh umum rangkaian switching relay dibawah ini. Rangkaian switching ini dibantu transistor sebagai pemicu

Pin out:


    - Touch Sensor

        Touch sensor adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi sentuhan fisik langsung dari manusia atau objek lain pada permukaannya. Sensor ini bekerja dengan mengubah sentuhan menjadi sinyal listrik yang kemudian diproses oleh sistem elektronik atau mikrokontroler.




        Spesifikasi : 


    - Logic State

    Gerbang Logika (Logic Gates) adalah sebuah entitas untuk melakukan pengolahan input-input yang berupa bilangan biner (hanya terdapat 2 kode bilangan biner yaitu, angka 1 dan 0) dengan menggunakan Teori Matematika Boolean sehingga dihasilkan sebuah sinyal output yang dapat digunakan untuk proses berikutnya.

Pinout: 


    - Logic Probe


    Logic probe adalah alat elektronik sederhana yang digunakan untuk mengukur dan memantau logika sinyal digital (HIGH/LOW) pada rangkaian elektronik, terutama dalam sistem digital seperti rangkaian TTL dan CMOS.

    - IC 7482

        IC 7482 adalah 4-bit binary comparator dari keluarga TTL (Transistor-Transistor Logic) seri 74xx, yang digunakan untuk membandingkan dua bilangan biner 4-bit dan memberikan output berdasarkan hasil perbandingan tersebut.


    Spesifikasi :
  • Fungsi utama

    Membandingkan dua bilangan biner 4-bit

  • Tegangan Operasi (Vcc)

    4,75 V – 5,25 V (standar TTL)

  • Jumlah bit yang dibandingkan

    4-bit (A1–A4 dan B1–B4)

  • Input

    Dua grup input 4-bit (A1–A4 dan B1–B4), total 8 input

  • Waktu Propagasi

    Sekitar 22 ns (typical), tergantung beban dan suhu

  • Tegangan Output Tinggi (VOH)

    Min. 2,4 V (dengan beban 400 µA)

  • Tegangan Output Rendah (VOL)

    Maks. 0,4 V (dengan beban 16 mA)

  • Arus Input (IIL / IIH)

    IIL (Low) maks. -1.6 mA, IIH (High) maks. 40 µA

    - PIR Sensor

    Sensor PIR digunakan untuk mendeteksi keberadaan manusia, dan RFID digunakan untuk membatasi akses ke laboratorium. Sensor PIR adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi adanya pancaran sinar infra merah.

Pin Out:


Spesifikasi : 
  • Deteksi sudut 120 derajat.
  • Kisaran deteksi 7m.
  • Ukuran: 32x24mm
  • Output sinyal switch TTL output sinyal tinggi (3.3 V), output sinyal     rendah (0.4 V).
  • Waktu pemicu dapat disesuaikan 0,3 detik hingga 10 menit.
  • Umum digunakan dalam perangkat antipencurian dan peralatan lainnya.
  • Modul telah dipaksa untuk mengatur bekerja memicu dapat digunakan kembali
  • Tegangan kerja 4,5 untuk 20V
    - Infrared Sensor

    Infrared (IR) sensor adalah perangkat elektronik yang digunakan untuk mendeteksi sinar inframerah dalam lingkungannya. Sensor ini sering digunakan dalam berbagai aplikasi seperti deteksi objek, pengukuran jarak, dan komunikasi jarak pendek.


Spesifikasi : 
  • Board Power Supply: 5 V 
  • Range: 2cm to 30cm Angle: 35 degrees 
  • Power LED: Illuminates when power is applied 
  • Obstacle LED: Illuminates when obstacle is detected 
  • Distance Adjust: Adjust detection distance. CCW decreases distance. CW increases distance. 
    - APDS 9002 Sensor

        APDS-9002 adalah sensor cahaya berbasis fotodioda yang digunakan untuk mendeteksi intensitas cahaya di lingkungan sekitarnya. Sensor ini bekerja seperti mata manusia dalam mendeteksi pencahayaan, sehingga cocok digunakan dalam aplikasi pendeteksi cahaya lingkungan (ambient light sensor).


    Spesifikasi :
  • Tegangan Operasi (Vcc)2,4 V hingga 5,5 V
  • Tegangan Output (Vo)Analog, proporsional terhadap intensitas cahaya
  • Arus OperasiSekitar 190 µA (typical)
  • Respons Spektral450 nm – 650 nm (mirip respons mata manusia)
  • Cahaya yang DideteksiVisible light (cahaya tampak)
  • Sudut Pandang (FOV)Sekitar 60°
  • Waktu ResponKurang dari 100 ms
  • Tipe OutputAnalog (tegangan meningkat saat cahaya meningkat)
  • Dimensi FisikPaket 4-pin surface mount (SMD), kecil dan kompak
  • Konsumsi DayaSangat rendah (low-power), cocok untuk perangkat portabl

4. Dasar Teori [Kembali]

 Sistem digital sering kali menggunakan dua jenis representasi bilangan: BCD (Binary Coded Decimal) dan biner murni. Representasi BCD menyandikan setiap digit desimal (0–9) menjadi empat bit biner, sehingga satu angka desimal seperti "25" akan direpresentasikan sebagai dua kelompok BCD: 0010 untuk 2 dan 0101 untuk 5. Sementara itu, sistem biner murni menyatakan seluruh nilai numerik dalam bentuk satu kesatuan bilangan biner, seperti 00011001 untuk angka 25. Karena itu, konversi dari BCD ke biner murni diperlukan agar data desimal yang dikodekan secara BCD dapat diproses langsung oleh rangkaian digital seperti ALU, mikrokontroler, atau sistem logika.

    Konversi ini dapat dilakukan dengan pendekatan aritmetika berbasis penjumlahan berbobot, di mana setiap digit BCD dikalikan dengan bobot tempat desimalnya (1, 10, 100, dan seterusnya), lalu dijumlahkan. Untuk melakukan proses penjumlahan ini secara efisien, digunakan IC 74HC83, yaitu sebuah penjumlah biner paralel 4-bit penuh (4-bit parallel full adder). IC ini mampu menjumlahkan dua bilangan biner 4-bit beserta input carry, dan menghasilkan hasil penjumlahan 4-bit serta output carry yang dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa IC secara kaskade.

    Dalam praktiknya, konversi dilakukan dengan mengalikan digit-digit BCD dengan bobot tempatnya menggunakan metode penjumlahan bertahap atau penggeseran (shift-and-add), kemudian hasilnya dijumlahkan menggunakan IC 74HC83. Jika nilai biner hasil penjumlahan melebihi 4-bit, maka carry-out dari IC pertama diteruskan ke IC berikutnya untuk menghasilkan hasil akhir biner yang utuh. Dengan mengatur urutan input dan bobot dengan benar, sistem ini dapat mengonversi angka BCD multi-digit menjadi bilangan biner murni secara otomatis.

    Rangkaian konversi BCD ke biner berbasis 74HC83 ini banyak digunakan dalam perangkat elektronik seperti kalkulator digital, sistem tampilan (display driver), dan alat ukur digital. Keunggulannya terletak pada kecepatan pemrosesan penjumlahan paralel serta kemudahan pengkaskadean untuk menangani data bit yang lebih besar, menjadikannya solusi praktis dan efisien dalam sistem digital yang membutuhkan konversi data numerik.

5. Example [Kembali]

EXAMPLE 1

Soal

Sebuah rangkaian BCD-to-Binary Converter menggunakan dua IC 74HC83 menerima masukan BCD sebesar 0011 0101. Tentukan keluaran biner yang dihasilkan.

Penyelesaian

Data BCD:

  • Puluhan = 0011 = 3
  • Satuan = 0101 = 5

Nilai desimal = 35

Konversi ke biner:

35₁₀ = 100011₂

Dalam 7-bit menjadi:

0100011

Jawaban

Keluaran biner adalah 0100011.


EXAMPLE 2

Soal

Sebuah BCD-to-Binary Converter menerima masukan BCD sebesar 0100 1001. Tentukan hasil konversi ke biner.

Penyelesaian

Data BCD:

  • Puluhan = 0100 = 4
  • Satuan = 1001 = 9

Nilai desimal = 49

Konversi ke biner:

49₁₀ = 110001₂

Dalam 7-bit menjadi:

0110001

Jawaban

Keluaran biner adalah 0110001.

6. Problem [Kembali]

PROBLEM 1

Soal

Rangkaian BCD-to-Binary Converter menggunakan dua IC 74HC83 menerima masukan BCD sebesar 0010 0111. Tentukan hasil konversinya ke biner.

Penyelesaian

Data BCD:

  • Puluhan = 2
  • Satuan = 7

Nilai desimal = 27

Konversi ke biner:

27₁₀ = 11011₂

Dalam 7-bit menjadi:

0011011

Jawaban

Keluaran biner adalah 0011011.


PROBLEM 2

Soal

Masukan BCD pada rangkaian adalah 0110 0010. Tentukan nilai biner yang dihasilkan.

Penyelesaian

Data BCD:

  • Puluhan = 6
  • Satuan = 2

Nilai desimal = 62

Konversi ke biner:

62₁₀ = 111110₂

Dalam 7-bit menjadi:

0111110

Jawaban

Keluaran biner adalah 0111110.

7. Latihan [Kembali]

LATIHAN PILIHAN GANDA 1

Soal

Sebuah BCD-to-Binary Converter menerima masukan BCD 0011 1000. Hasil konversi biner yang benar adalah ....

A. 0100110

B. 0100101

C. 1000110

D. 0111000

Jawaban

B. 0100110

(Karena 38₁₀ = 0100110₂)


LATIHAN PILIHAN GANDA 2

Soal

Fungsi utama dua buah IC 74HC83 pada rangkaian BCD-to-Binary Converter adalah ....

A. Mengubah data serial menjadi paralel.

B. Menjumlahkan data biner sehingga diperoleh nilai ekuivalen biner dari masukan BCD.

C. Menyimpan data dalam register.

D. Membandingkan dua bilangan biner.

Jawaban

B. Menjumlahkan data biner sehingga diperoleh nilai ekuivalen biner dari masukan BCD.

8. Percobaan [Kembali]

a. Prosedur

        1).  Buka aplikasi proteus

        2). Pilih komponen yang akan digunakan dalam rangkaian

        3). Susunlah komponen sesuai gambar

        4). Setelah merangkai seluruh komponen, jalankan simulasi

        5). Amatilah simulasi yang sedang berjalan

b. Rangkaian simulasi dan prinsip kerja



A. Infrared Sensor diletakkan pada Area Gerbang (Mendeteksi Pengguna yang Melewati Gerbang)

Infrared Sensor digunakan untuk mendeteksi keberadaan pengguna yang melewati area gerbang. Sensor ini bekerja menggunakan pancaran cahaya inframerah yang dipancarkan oleh transmitter dan diterima oleh receiver.

Ketika seseorang melewati gerbang, jalur cahaya inframerah akan terputus sehingga keluaran sensor berubah menjadi logika 1. Sensor kemudian menghasilkan tegangan sekitar 5 V pada pin keluarannya.

Tegangan keluaran tersebut diumpankan menuju kaki non-inverting Op-Amp LM741 yang disusun sebagai voltage follower.

Pada konfigurasi ini berlaku persamaan:

𝐴𝑣=𝑉𝑜𝑉𝑖=1

Sehingga tegangan keluaran Op-Amp tetap sama dengan tegangan masukannya.

Keluaran Op-Amp diteruskan menuju resistor dan kaki basis transistor BC547. Karena tegangan basis-emitor memenuhi syarat aktif transistor:

𝑉𝐵𝐸>0,7𝑉

maka transistor berada pada kondisi saturasi.

Arus dari power supply kemudian mengalir melalui kumparan relay sehingga relay aktif. Kontak relay berpindah posisi dan menghasilkan sinyal logika yang diteruskan menuju rangkaian counter dan memori sebagai indikasi adanya pengguna yang melewati gerbang.

B. Vibration Sensor diletakkan pada Jalur Gerbang (Mendeteksi Pijakan Pengguna)

Vibration Sensor digunakan untuk mendeteksi getaran atau tekanan yang dihasilkan oleh langkah kaki pengguna ketika melewati area gerbang.

Ketika sensor menerima getaran, sensor menghasilkan sinyal keluaran sebesar 5 V yang diteruskan menuju Op-Amp LM741 sebagai penguat dan penstabil sinyal.

Keluaran Op-Amp diteruskan menuju resistor pembatas arus dan kaki basis transistor BC547.

Karena tegangan basis-emitor lebih besar dari 0,7 V, transistor aktif sehingga relay bekerja.

Aktivasi relay menghasilkan sinyal logika yang diteruskan menuju gerbang logika AND. Sinyal ini kemudian dikombinasikan dengan sinyal dari Infrared Sensor sehingga sistem dapat memastikan bahwa aktivitas yang terdeteksi benar-benar berasal dari pengguna yang melewati gerbang.

C. Gerbang Logika AND (Validasi Pengguna)

Gerbang logika AND digunakan untuk memvalidasi sinyal yang berasal dari Infrared Sensor dan Vibration Sensor.

Prinsip kerja gerbang AND mengikuti persamaan:

𝑌=𝐴𝐵

Keluaran hanya akan bernilai logika 1 apabila kedua masukan bernilai logika 1.

Ketika Infrared Sensor dan Vibration Sensor aktif secara bersamaan, keluaran gerbang AND menjadi HIGH sehingga sistem menganggap terdapat pengguna yang benar-benar melewati gerbang.

Sebaliknya apabila hanya salah satu sensor yang aktif, keluaran gerbang AND tetap LOW sehingga pencacahan tidak dilakukan.

Dengan metode ini, kesalahan pencacahan akibat gangguan sensor dapat dikurangi.

D. IC 74193 Sebagai Counter Up/Down (Menghitung Jumlah Pengguna)

Sinyal valid dari gerbang logika diteruskan menuju IC 74193 yang berfungsi sebagai counter up/down.

Ketika pengguna masuk area gerbang, sinyal diteruskan ke pin count up sehingga counter bertambah satu angka.

Sebaliknya ketika pengguna keluar area, sinyal diteruskan ke pin count down sehingga counter berkurang satu angka.

IC 74193 menyimpan hasil pencacahan dalam bentuk data biner yang terus diperbarui sesuai aktivitas pengguna.

Dengan demikian sistem dapat mengetahui jumlah pengguna yang berada di dalam area secara real-time.

E. IC 74283 Sebagai Rangkaian Aritmetika Digital

Data hasil pencacahan dari IC 74193 diteruskan menuju IC 74283 yang berfungsi sebagai penjumlah biner 4-bit.

IC ini melakukan operasi aritmetika digital berupa penjumlahan maupun pengurangan data yang diterima dari counter.

Hasil operasi aritmetika digunakan sebagai data akhir yang akan disimpan dan ditampilkan pada sistem.

Penggunaan IC 74283 memungkinkan sistem melakukan pengolahan data secara lebih akurat dan sesuai dengan konsep aplikasi aritmetika digital.

F. Memori Digital (Penyimpanan Data)

Hasil pengolahan data dari counter dan rangkaian aritmetika diteruskan menuju rangkaian memori digital.

Memori berfungsi menyimpan data hasil pencacahan sehingga informasi jumlah pengguna tidak hilang ketika sensor kembali ke kondisi normal.

Data yang tersimpan akan tetap dipertahankan hingga terjadi perubahan akibat aktivitas pengguna berikutnya.

Dengan adanya memori digital, sistem mampu menjaga kestabilan informasi yang ditampilkan pada display.

G. Decoder 74HC4511 dan Seven Segment Display (Menampilkan Jumlah Pengguna)

Data biner yang berasal dari counter dan memori diteruskan menuju IC 74HC4511 yang berfungsi sebagai decoder BCD ke seven segment.

Decoder mengubah data biner menjadi kombinasi sinyal yang sesuai untuk menyalakan segmen-segmen LED pada seven segment display.

Seven segment kemudian menampilkan jumlah pengguna yang berada di dalam area secara real-time sehingga informasi dapat dibaca dengan mudah oleh pengguna maupun petugas.

H. Sensor Cahaya ALS-PT19 diletakkan di Area Gerbang (Pengendali Lampu Otomatis)

Sensor cahaya ALS-PT19 digunakan untuk mendeteksi intensitas cahaya lingkungan di sekitar gerbang.

Ketika kondisi lingkungan terang, keluaran sensor menyebabkan transistor berada pada kondisi cut-off sehingga relay tidak aktif dan lampu tetap mati.

Sebaliknya ketika lingkungan menjadi gelap, keluaran sensor berubah sehingga transistor BC547 aktif.

Arus mengalir menuju relay dan relay berpindah posisi untuk menghubungkan sumber tegangan ke lampu penerangan.

Akibatnya lampu area gerbang menyala secara otomatis sehingga keamanan dan kenyamanan pengguna tetap terjaga pada malam hari.

I. Buzzer dan Lampu Indikator (Indikator Aktivitas Gerbang)

Setiap aktivitas pengguna yang berhasil dideteksi oleh sistem akan menghasilkan sinyal keluaran yang diteruskan menuju buzzer dan LED indikator.

Ketika buzzer aktif, perangkat akan menghasilkan bunyi sebagai tanda bahwa sistem berhasil mendeteksi aktivitas pengguna.

Pada saat yang sama LED indikator menyala sebagai informasi visual bahwa proses pencacahan telah dilakukan.

Indikator suara dan cahaya ini membantu pengguna maupun petugas dalam memantau kondisi kerja sistem secara langsung.

J. Keseluruhan Sistem Gerbang Pintar

Secara keseluruhan, sistem bekerja dengan menerima masukan dari Infrared Sensor dan Vibration Sensor yang mendeteksi aktivitas pengguna pada area gerbang. Data tersebut diproses oleh gerbang logika, IC 74193 sebagai counter up/down, serta IC 74283 sebagai rangkaian aritmetika digital.

Hasil pengolahan disimpan pada memori digital dan ditampilkan melalui seven segment display menggunakan decoder 74HC4511. Selain itu sensor cahaya ALS-PT19 mengendalikan lampu otomatis berdasarkan kondisi lingkungan.

Dengan kombinasi sensor, memori, counter, rangkaian aritmetika, dan display digital tersebut, sistem gerbang pintar mampu melakukan pencacahan jumlah pengguna, pengendalian akses, serta pengoperasian lampu otomatis secara akurat dan real-time.

9. Download File [Kembali]

File rangkaian [Klik]

Video Rangkaian 

File datasheet resistor [Klik]

File datasheet dioda [Klik]

File datasheet transistor [Klik]

File datasheet baterai [Klik]

File datasheet relay [Klik]

File datasheet motor dc [Klik]

File datasheet op amp [Klik]

File datasheet potensiometer [Klik]

File datasheet ic 7482 [Klik]

File datasheet ic 7483 [Klik]

File datasheet not gate [Klik]

File datasheet touch sensor [Klik]

File datasheet pir sensor [Klik]

File datasheet infrared sensor [Klik]

File datasheet apds 9002 sensor [Klik]

File library touch sensor [Klik]

File library pir sensor [Klik]

File library infrared sensor [Klik]

Komentar