Laprak M1
Nama : Varel Andhika Putra
No BP : 2410951027
Kelompok : 26
Tanggal Praktikum : 16 September 2025
Asisten Praktikum : Luthfi Fadhlurrahman
Achmad Yusuf
1. Inverting Amplifier
Rf(kΩ) | Vi(V) | Hitung Gain (−
| Vout(V) | Bentuk Gelombang |
20 | 4 V | -8 | ||
50 | 4 V | -20 | ||
80 | 4 V | -32 |
2. Komparator
V1(V) | V2(V) | Vout |
3 V | 1 V | -10 V |
1 V | 3 V | 11 V |
3. LPF-20dB
Frekuensi | Vin(V) | Vout(V) | Grafik Sinyal |
100 Hz | 5V | 4,23<-32,12 V | |
500 Hz | 5V | 1.57<-72,3 V | |
1000 Hz | 5V | 0,78<-80,9 V |
Sketch Grafik Bode Plot |
4. HPF 40dB
Frekuensi | Vin(V) | Vout(V) | Grafik Sinyal |
100 Hz | 5 V | 2,65 < 57,9 V | |
500 Hz | 5 V | 4,76 < 17,6 V | |
1000 Hz | 5 V | 4,93 < 9,05 V |
Sketch Grafik Bode Plot |
1. Inverting Amplifier
Inverting amplifier dapat mengontrol penguatan tegangan (voltage gain) menggunakan Op-Amp. Sinyal input terhubung ke terminal negatif dan terminal positif terhubung ke ground. Output diberi umpan balik melalui Rf ke input inverting.Impedansi masukan yang tak terbatas mencegah arus mengalir melalui input inverting.
Pada praktikum, cara prakteknya adalah seperti berikut.
a. Susun rangkaian seperti pada gambar
b. Hubungkan Function generator dan Osiloskop ke rangkaian inverting amplifier
c. Hidupkan Osiloskop dan Function generator
d. Ukur nilai tegangan keluaran dari inverting amplifier
e. Catat hasil tegangan keluaran ke jurnal yang telah disediakan
2. Komparator
Jika tegangan pada input non-inverting (+) lebih besar daripada tegangan pada input inverting (-), maka output akan berada di kondisi tegangan tinggi (𝑉+ > 𝑉− = +𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖)
Sebaliknya, jika tegangan pada input inverting (-) lebih besar daripada input non-inverting (+), maka output akan berada di tegangan rendah 𝑉+ < 𝑉− = −𝑉 𝑠𝑎𝑡𝑢𝑟𝑎𝑠𝑖).
Pada praktikum, percobaannya adalah seperti berikut :
a. Susun rangkaian seperti pada gambar
b. Atur nilai tegangan V1 dan V2 menggunakan resistor variabel pada modul
c. Aktifkan rangkaian komparator amplifier dengan menghubungkan ke sumber listrik
d. Ukur nilai tegangan keluaran dari rangkaian komparator amplifier
e. Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.
3. Low-Pass Filter
Meneruskan sinyal dengan frekuensi di bawah fc dan meredam (atau memblokir) sinyal dengan frekuensi di atasnya. Prinsipnya memanfaatkan kapasitor yang memiliki reaktansi (hambatan AC) yang berbanding terbalik dengan frekuensi. Pada frekuensi rendah, kapasitor bertindak seperti rangkaian terbuka, dan sinyal dapat melewatinya. Pada frekuensi tinggi, kapasitor bertindak seperti hubungan singkat, mengarahkan sinyal ke ground.
Pada praktikum, percobaanny adalah seperti berikut :
a. Buatlah rangkaian LPF -20dB seperti pada gambar.
b. Hubungkan catu daya modul RS-A04 Operational Amplifier 2.
c. Hubungkan function generator ke input rangkaian LPF -20dB.
d. Hubungkan probe pertama osiloskop ke input dan probe kedua ke output.
d. Atur frekuensi sesuai dengan jurnal 100 Hz - 1000 Hz
e. Perhatikan gambar sinyal pada osiloskop.
f. Ukur tegangan input dan output menggunakan multimeter
g. Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.
4. High-Pass Filter
Meneruskan sinyal dengan frekuensi di atas fc dan meredamkan sinyal di bawahnya. Prinsipnya kebalikan dari LPF, di mana kapasitor meredam frekuensi rendah dan memungkinkan frekuensi tinggi untuk lewat.
Pada praktikum, percobaannya adalah sebagai berikut :
a. Buatlah rangkaian HPF 40dB seperti pada gambar.
b. Hubungkan catu daya modul RS-A04 Operational Amplifier 2.
c. Hubungkan function generator ke input rangkaian HPF 40dB.
d. Hubungkan probe pertama osiloskop ke input dan probe kedua ke output.
e. Atur frekuensi sesuai dengan jurnal 100 Hz - 1000 Hz
f. Perhatikan gambar sinyal pada osiloskop
g. Ukur tegangan input dan output menggunakan multimeter
h. Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.
1. Inverting
2. Komparator
3. LPF -20dB
4. HPF 40db
5. Kondisi
1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian Inverting Amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan.
Jawab : seperti yang kita ketahui bahwasannya inverting amplifier memiliki tujuan untuk memperkuat sinyal masukkan dan membalikkan fasanya sebesar 180`, sehingga tegangan keluaran memliki fasa yang berlawanan.
pada percobaan memiliki hasil Vout yang semakin lama semakin tinggi, hal ini dipengaruhi oleh resistor umpan balik (Rf). Sehingga Vout pun akan naik juga. Tetapi hasil negatif dan positif tegangan keluaran di pengaruhi oleh tegangan input.
2. Apa yang terjadi jika input komparator mendekati sama dengan tegangan referensi? Apakah output stabil atau terdapat ketidakpastian (chattering)? Jelaskan berdasarkan hasil percobaan.
Jawab : Ketika nilai input mendekati tegangan referensi maka akan menyebabkan tegangan keluaran tidak stabil, sehingga terjadi ketidakpastian. Pada percobaan apabila tegangan inverting > non inverting maka hasil tegangan saturasinya akan negatif, begitupun sebaliknya
3. Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan berikan alasannya.
Jawab : Hasil perhitungan teori dan hasil pengukuran memiliki perbedaan yang tidak signifikan. tentu hal ini dipengaruhi oleh komponen yang sudah panas. Tetapi hasilnya sama saja di semua percobaan
4. Analisa prinsip kerja dari LPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.
Jawab : Pada percobaan, Rin, Vin, dan C disetiap percobaan memiliki nilai yang sama, Namun memiliki gelombang dan Vout yang berbeda, karena dipengaruhi oleh besaran frekuensi. Pada LPF berfungsi untuk meloloskan frekuensi rendah, yang mana pada percobaan frekuensi rendah tegangan output memiliki gelombang yang menyerupai dengan tegangan input. Namun apabila frekuensinya semakin tinggi, maka gelombang tegangan outputnya akan rendah dari tegangan input. begitupun dengan hasil Voutnya.
5. Analisa prinsip kerja dari HPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut-off, dan gelombang hasil percobaan.
Jawab : Pada percobaan, Rin, Vin, dan C disetiap percobaan memiliki nilai yang sama, Namun memiliki gelombang dan Vout yang berbeda, karena dipengaruhi oleh besaran frekuensi. Pada HPF berfungsi untuk meloloskan frekuensi tinggi, yang mana pada percobaan frekuensi tinggi tegangan output memiliki gelombang yang menyerupai dengan tegangan input. Namun apabila frekuensinya semakin rendah, maka gelombang tegangan outputnya akan rendah dari tegangan input. begitupun dengan hasil Voutnya.
Laporan Akhir [Klik]
Video Percobaan Inverting
Video Percobaan Komparator
Video Percobaan LPF -20dB
Video Percobaan HPF 40dB
Data Sheet Op-Amp 741[Klik]
Data Sheet Resistor [Klik]
Komentar
Posting Komentar